Siput Tanpa Cangkang di Musim Hujan, Bahaya atau Tidak?

Siput Tanpa Cangkang di Musim Hujan

Pada musim penghujan, masyarakat Indonesia seringkali menghadapi kehadiran hewan-hewan tertentu yang muncul lebih banyak dan lebih sering dibanding pada musim lainnya. Salah satu hewan yang sering ditemukan adalah siput tanpa cangkang. Hewan ini biasanya masuk ke dalam rumah dan dapat mengganggu kenyamanan penghuni.

Siput tanpa cangkang memiliki warna gelap dan berjalan dengan cara merayap seperti ulat. Ukurannya bisa lebih besar dari jari manusia, sehingga bagi sebagian orang akan terasa geli atau jijik melihatnya. Beberapa unggahan di media sosial menyebutkan bahwa hewan ini bisa berbahaya bagi manusia. Misalnya, sebuah unggahan Instagram menulis:

"Sering dikira hewan lemah, padahal dia bisa menyebabkan kematian. Hati-hati, di musim hujan dia suka muncul di mana-mana."

Unggahan tersebut juga menyertakan gambar siput tanpa cangkang berwarna hitam yang terlihat berada di lantai rumah. Namun, benarkah hewan tersebut berbahaya? Dan bagaimana cara mengusirnya?

Nama Lokal dan Klasifikasi Ilmiah

Dosen Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), UNS, Agung Budiharjo menjelaskan bahwa siput tanpa cangkang yang sering ditemui di sekitar kita adalah jenis Filicaulis bleekeri. Dalam bahasa lokal, hewan ini disebut dengan istilah "respo" atau "res-respo".

Siput tanpa cangkang termasuk dalam kelompok mollusca, tepatnya gastropodha. Hewan ini memiliki kulit yang sensitif dan membutuhkan lingkungan yang lembap untuk bertahan hidup.

Mengapa Siput Tanpa Cangkang Masuk ke Dalam Rumah?

Agung menjelaskan bahwa habitat alami siput tanpa cangkang adalah tempat yang lembap, dengan intensitas cahaya rendah, terlindungi, serta tidak tergenang air. Contohnya, mereka sering ditemukan di sela-sela tumpukan batu bata, di balik pot tanaman, pojok tembok yang lembap, di bawah tanaman yang rimbun, sekitar kolam, dan lain-lain.

Pada musim hujan, genangan air sering terjadi. Hal ini membuat siput tanpa cangkang mencari tempat yang lebih aman, yaitu lingkungan yang lembap tetapi tidak tergenang air, salah satunya masuk ke dalam rumah. Agung menegaskan bahwa siput tanpa cangkang menghindari genangan air karena kulitnya berfungsi sebagai alat pernapasan. Jika tergenang air, fungsi tersebut akan terganggu.

Apakah Siput Tanpa Cangkang Berbahaya?

Menurut Agung, sampai saat ini, siput tanpa cangkang tidak berbahaya bagi manusia secara langsung. Mereka tidak mengigit tubuh manusia dan tidak mengeluarkan racun. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu lendir yang menutupi tubuh siput.

Lendir tersebut berfungsi untuk menjaga kelembapan tubuh. Namun, lendir tersebut tidak selalu steril dan bisa berpotensi mengandung parasit, virus, atau bakteri patogen. Jika terdapat mikroba berbahaya dalam lendir tersebut, maka bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia.

Agung menambahkan bahwa meskipun siput tanpa cangkang tidak beracun, hewan ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi. Selain itu, siput tanpa cangkang juga merupakan hama yang bisa merusak tanaman hias dan budidaya.

Cara Mengusir Siput Tanpa Cangkang

Agung mengungkapkan beberapa cara untuk mengusir siput tanpa cangkang yang sering muncul di dalam rumah. Pertama, usahakan menjaga lingkungan agar tidak lembap dan tetap kering serta terpapar sinar matahari. Kedua, menggunakan bahan kimia seperti mollusida, meski cara ini tidak direkomendasikan karena dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Cara ketiga adalah menaburkan garam pada area yang lembap dan terdapat siput. Garam akan membuat kulit/mantel siput kering dan rusak, sehingga hewan ini cenderung menghindar.

Perbedaan Siput Tanpa Cangkang dengan Lintah

Agung juga menjelaskan bahwa masyarakat seringkali keliru membedakan siput tanpa cangkang dengan lintah. Lintah bukan anggota mollusca, melainkan kelompok annelida, yang termasuk dalam hirudinea.

Secara fisik, tubuh siput tanpa cangkang tidak bersegmen dan memiliki sepasang antena kecil di kepala. Mereka berjalan dengan cara merayap menggunakan otot perut. Sementara itu, lintah memiliki tubuh bersegmen dan ujungnya dilengkapi dengan disc.

Lintah dianggap berbahaya bagi manusia karena bisa menempel pada kulit dan mengisap darah. Namun, siput tanpa cangkang tidak memiliki kemampuan seperti itu.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org