Ibu Hamil Disarankan Tidur Miring Kiri, Ini Alasannya

Posisi Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil

Selama kehamilan, perubahan ukuran rahim membuat ibu hamil perlu lebih memperhatikan posisi tidur. Bukan sekadar soal kenyamanan, posisi tidur juga berpengaruh pada aliran darah, suplai oksigen, dan kesehatan janin di dalam kandungan.

Dr. Gorga Udjung, Sp.OG., seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi menjelaskan bahwa posisi tidur miring ke kiri merupakan posisi yang paling dianjurkan untuk ibu hamil, terutama saat usia kehamilan semakin besar. Menurutnya, posisi tersebut membantu menjaga aliran darah dan oksigen tetap optimal menuju plasenta.

Manfaat Tidur Miring Kiri

Menurut dr. Gorga, salah satu alasan utama mengapa ibu hamil dianjurkan tidur miring ke kiri berkaitan dengan aliran darah. Saat ibu hamil tidur telentang, rahim yang membesar dapat menekan pembuluh darah besar di bagian belakang tubuh. Tekanan tersebut membuat aliran darah menuju plasenta menjadi berkurang. Akibatnya, suplai oksigen dan nutrisi ke janin bisa terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini tidak baik bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi di dalam kandungan.

Dengan tidur miring ke kiri, tekanan pada pembuluh darah utama dapat dikurangi sehingga aliran darah tetap lancar dan janin mendapatkan suplai oksigen yang optimal. Selain itu, posisi ini juga membantu menjaga aliran darah ke janin.

Menghindari Tekanan Berlebih pada Organ Tubuh Ibu

Selain aliran darah, posisi tidur juga memengaruhi kondisi organ-organ dalam tubuh ibu. Dr. Gorga menuturkan bahwa saat ibu tidur miring ke kanan dalam waktu lama juga kurang dianjurkan karena dapat memberi tekanan pada organ hati. Tekanan pada hati dapat memengaruhi sirkulasi darah dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil.

Oleh sebab itu, posisi miring ke kiri dinilai paling aman karena membantu mengurangi tekanan pada organ vital di dalam tubuh. Dengan demikian, ibu hamil akan merasa lebih nyaman dan dapat beristirahat dengan optimal.

Boleh Dikombinasikan Jika Terasa Pegal

Meski posisi miring ke kiri dianjurkan, dr. Gorga menegaskan bahwa ibu hamil tidak perlu memaksakan diri bila posisi tersebut terasa tidak nyaman. Rasa pegal atau nyeri bisa muncul jika ibu tidur dalam satu posisi terlalu lama.

“Jadi, paling aman emang ya miring ke kiri. Tapi kalau misalnya udah pegal atau enggak nyaman, bisa aja kadang-kadang sesekali dikombinasikan,” ujarnya.

Yang terpenting, ibu hamil disarankan menghindari posisi telentang dalam waktu lama dan memilih posisi tidur yang paling aman serta memungkinkan tubuh beristirahat dengan optimal.

Kesimpulan

Dengan memperhatikan posisi tidur sejak dini, ibu hamil dapat membantu menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus mendukung tumbuh kembang janin hingga menjelang persalinan. Pemilihan posisi tidur yang tepat sangat penting untuk memastikan kesejahteraan ibu dan bayi.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org