Wamenhaj Dahnil Dikritik Netizen Soal Anggaran MBG

Warga Net Mengkritik Pernyataan Dahnil Anzar tentang Sumber Dana MBG

Warganet ramai-ramai memberikan komentar di kolom komentar akun Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, setelah ia menyampaikan pernyataan mengenai asal-usul anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG). Dalam unggahannya di X, Dahnil membantah bahwa anggaran MBG berasal dari anggaran pendidikan di APBN. Ia menegaskan bahwa dana MBG berasal dari efisiensi yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

“Saat ini terus dikembangkan isu, seolah Program MBG mengambil hak anggaran pendidikan. Faktanya, tidak sama sekali, program MBG menggunakan anggaran hasil efisiensi yang dilakukan Presiden. Nilainya lebih dari 300 triliun, apa saja yang di efisien? Perjalanan dinas, dan alokasi-alokasi lainnya yang tidak terkait langsung dengan pelayanan kepada rakyat,” ujar Dahnil dalam unggahannya, Senin (16/2/2026).

Unggahan tersebut kemudian menuai banyak respons dari warganet. Hingga Selasa (17/2/2026), sekitar 1.700 komentar masuk ke kolom komentar akun @Dahnilanzar yang telah terverifikasi oleh X. Banyak warganet menilai bahwa Dahnil salah dalam memberikan pernyataan soal sumber pendanaan program MBG. Bahkan, ada warganet yang mencantumkan salinan Peraturan Presiden (Perpres) 118/2025 tentang Rincian APBN 2026. Di dalam Perpres tersebut jelas tercantum bahwa lebih dari Rp233 triliun dari anggaran pendidikan di APBN dialokasikan untuk Badan Gizi Nasional (BGN).

Setelah unggahan pertamanya menuai interaksi ramai warganet, Dahnil kemudian mengunggah kembali penjelasan soal anggaran program MBG. Kali ini dia menyebut salah satu sumber dananya dari denda sawit ilegal.

“Dari denda sawit ilegal saja Rp300 triliun, belum lagi sitaan BLBI, timah sampai judol. Termasuk, anggaran inefisien seperti perjadin, ATK, dll yang tak masuk akal dipangkas kemudian di shifting ke MBG. Jadi bukan layanan langsung untuk rakyat kebanyakan seperti pendidikan yang dipotong seperti tuduhan segelintiran orang,” katanya.

Dahnil juga mengunggah twit panjang berisi delapan poin penjelasan anggaran pendidikan pada 2026. Ia menegaskan bahwa program MBG tidak memotong anggaran pendidikan, tetapi justru memperkuat pendidikan Indonesia.

Investasi Masa Depan Indonesia

Berbicara terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menyatakan bahwa program MBG merupakan investasi masa depan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa generasi kuat Indonesia Emas 2045 adalah mereka yang saat ini masih belajar di TK, SD, SMP, dan SMA hingga anak yang masih dalam kandungan atau ibu hamil.

“Generasi kuat Indonesia Emas 2045 adalah mereka yang saat ini masih belajar di TK, SD, SMP, dan SMA hingga anak yang masih dalam kandungan atau ibu hamil,” ucap Abdul Mu’ti didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya usai peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Kampus IV UMSU, Percut Seituan, Deli Serang, Sumatera Utara, Senin (16/2/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, banyak penelitian menunjukkan perkembangan manusia sangat ditentukan oleh tiga tahapan. Tahap pertama adalah masa di dalam kandungan. Kedua masa golden age, yakni sejak lahir hingga usia lima tahun. Ketiga, masa pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.

“Itulah masa-masa penting. Di situlah gizi diperlukan. Ketika MBG menyasar ibu menyusui dan ibu hamil, golden age berada pada masa itu. Ini adalah investasi yang luar biasa,” kata Abdul Mu’ti.

Strategi MBG untuk Masa Depan Bangsa

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyampaikan bahwa program MBG memiliki nilai strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa Indonesia. “Dari program unggulan, ini (MBG) yang paling atas, karena setiap ada acara dan setiap kegiatan, Presiden Prabowo Subianto senantiasa menyampaikan perihal makan bergizi,” ujar dia dalam keterangan di Jakarta, Ahad.

Dia menjelaskan bahwa ketika Presiden berbicara mengenai MBG dalam berbagai kegiatan kenegaraan, hal tersebut bukan semata-mata karena kebanggaan terhadap suatu program, melainkan terdapat nilai besar yang menyangkut masa depan bangsa. Oleh karena itu, katanya, MBG memiliki nilai strategis yang jauh melampaui sekadar program pemberian makanan.

Sony mengajak seluruh pelaksana program untuk menempatkan diri dengan penuh kebanggaan dan tanggung jawab. Ia menekankan bahwa setiap individu yang terlibat dalam program ini berada pada posisi penting yang dapat memberikan dampak luas bagi arah pembangunan Indonesia ke depan.

“Oleh karena itu, kita duduk di sini harus penuh dengan kebanggaan. Saya berdiri di sini sangat bangga karena saya berada pada titik kegiatan yang bisa berpengaruh dan mempunyai spektrum yang sangat luas dalam menentukan bangsa Indonesia ke depan. Kita harus bangga,” katanya.


Cuan dari Dapur MBG - ()

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
sr7themes.eu.org