8 Tanda Pasangan Ingin Berakhirkan Hubungan, Menurut Psikologi
:strip_icc():format(webp)/article/MMQR-4kJqRyc2P8jv_FYT/original/071310000_1595324985-Ilustrasi-Belum-Menerima-Kepergian-Pasangan-shutterstock_1770308648.jpg)
Tanda-Tanda Hubungan Sedang Berakhir Secara Perlahan
Dalam sebuah hubungan, perpisahan tidak selalu diawali dengan pertengkaran besar atau kata “kita selesai.” Sering kali, hubungan berakhir secara perlahan—melalui perubahan sikap, jarak emosional, dan pola komunikasi yang berbeda dari biasanya. Dalam psikologi hubungan, proses ini sering disebut sebagai emotional withdrawal atau penarikan diri secara emosional.
Jika Anda merasa ada yang berubah tetapi sulit menjelaskannya, berikut delapan tanda yang menurut kajian psikologi bisa menunjukkan bahwa pasangan Anda diam-diam sedang mengakhiri hubungan:
1. Komunikasi Menjadi Dangkal dan Formal
Dulu percakapan mengalir panjang, membahas perasaan, mimpi, bahkan hal-hal sepele. Kini komunikasi terasa seperti kewajiban: singkat, seperlunya, dan tanpa kedalaman emosional. Menurut penelitian psikolog hubungan seperti John Gottman, penurunan kualitas komunikasi adalah indikator kuat memburuknya hubungan. Ketika seseorang sudah tidak lagi berinvestasi secara emosional, ia cenderung mengurangi keterlibatan dalam percakapan bermakna.
Tanda khasnya:
* Jawaban singkat dan dingin
Jarang bertanya balik
Tidak lagi berbagi cerita pribadi
2. Menghindari Konflik, Bukan Menyelesaikannya
Aneh tapi nyata: pasangan yang ingin mengakhiri hubungan sering justru berhenti bertengkar. Bukan karena masalah selesai, tetapi karena mereka sudah tidak lagi peduli untuk memperbaiki keadaan. Dalam psikologi, ini disebut emotional disengagement. Ketika seseorang masih peduli, ia akan memperjuangkan perbaikan—meski lewat konflik. Ketika ia diam dan membiarkan masalah menggantung, itu bisa menjadi sinyal ia sudah menyerah secara internal.
3. Kehilangan Ketertarikan Fisik dan Afeksi
Sentuhan kecil, pelukan spontan, atau genggaman tangan mulai menghilang. Kontak fisik bukan sekadar soal gairah, tetapi simbol kedekatan emosional. Penelitian dalam psikologi interpersonal menunjukkan bahwa penurunan afeksi fisik sering berjalan seiring dengan jarak emosional. Jika pasangan terlihat canggung atau enggan melakukan kontak fisik yang dulu alami, itu bisa menjadi tanda perubahan perasaan.
4. Tidak Lagi Melibatkan Anda dalam Rencana Masa Depan
Dulu ia berbicara tentang liburan bersama, rencana karier yang mempertimbangkan Anda, atau impian membangun sesuatu bersama. Kini rencana-rencananya bersifat individual. Perubahan ini sering kali terjadi sebelum perpisahan resmi. Secara psikologis, seseorang yang mulai membayangkan masa depan tanpa Anda sedang membangun jarak mental sebagai persiapan berpisah.
5. Respons Emosional yang Tumpul
Saat Anda sedih, ia tampak datar. Saat Anda bahagia, ia tidak lagi ikut antusias. Empati yang dulu kuat kini terasa hambar. Psikologi menyebut ini sebagai berkurangnya emotional attunement—kemampuan untuk selaras dengan emosi pasangan. Ketika ikatan emosional melemah, respons empatik ikut menurun.
6. Lebih Nyaman Menghabiskan Waktu Tanpa Anda
Setiap orang butuh ruang pribadi. Namun jika pasangan tiba-tiba lebih sering mencari alasan untuk tidak bersama Anda—dan terlihat lebih bahagia saat sendiri atau bersama orang lain—ini bisa menjadi indikator penarikan diri. Yang perlu diperhatikan bukan frekuensinya saja, tetapi perubahan sikap: apakah ia tampak lebih lega ketika tidak bersama Anda?
7. Berhenti Berusaha Memperbaiki Hubungan
Hubungan sehat membutuhkan usaha. Ketika salah satu pihak berhenti mencoba—tidak lagi mengajak diskusi, tidak mencari solusi, dan tidak peduli dengan jarak yang muncul—itu pertanda serius. Dalam teori investasi hubungan (Investment Model) yang dikembangkan oleh Caryl Rusbult, komitmen bertahan dalam hubungan dipengaruhi oleh tiga faktor: kepuasan, investasi, dan alternatif. Jika seseorang merasa kepuasan rendah dan mulai melihat alternatif lain, komitmennya akan menurun drastis.
8. Intuisi Anda Terus Mengatakan Ada yang Berubah
Secara psikologis, intuisi sering merupakan hasil dari pengamatan bawah sadar terhadap pola-pola kecil: nada suara, ekspresi wajah, ritme komunikasi. Jika Anda terus merasa ada jarak yang tidak bisa dijelaskan, jangan langsung mengabaikannya. Tubuh dan pikiran Anda mungkin menangkap perubahan yang belum terucap.
Mengapa Orang Mengakhiri Hubungan Secara Diam-Dami?
Tidak semua orang berani menghadapi konfrontasi. Beberapa alasan umum meliputi:
* Takut menyakiti pasangan
Takut konflik besar
Merasa bersalah
* Tidak yakin dengan keputusan sendiri
Namun cara “perlahan menjauh” sering justru lebih menyakitkan karena meninggalkan pasangan dalam kebingungan dan ketidakpastian.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Jika Anda mengenali beberapa tanda di atas:
* Jangan langsung menuduh.
Ajak berbicara secara tenang dan jujur.
Fokus pada perasaan, bukan menyalahkan.
* Siapkan diri untuk semua kemungkinan jawaban.
Kadang hubungan memang perlu diperjuangkan. Namun jika satu pihak sudah berhenti berinvestasi secara emosional, mempertahankan sendirian hanya akan menguras energi Anda.
Penutup
Perpisahan jarang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya ada fase jarak emosional, perubahan perilaku, dan sinyal-sinyal halus yang muncul jauh sebelum kata “selesai” terucap. Memahami tanda-tanda ini bukan untuk menimbulkan kecurigaan, tetapi untuk membantu Anda membaca dinamika hubungan dengan lebih sadar. Pada akhirnya, hubungan yang sehat adalah hubungan di mana kedua pihak sama-sama hadir—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional.