Cristian Chivu Bahagia Inter Kembali Menang Lawan Tim Papan Atas

Kemenangan Bersejarah Inter Milan atas Juventus
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, sangat senang dengan kemenangan timnya dalam pertandingan melawan Juventus. Dalam laga Liga Italia yang berlangsung pada Minggu (15/2) dini hari WIB, Nerazzurri berhasil mengalahkan Juve dengan skor 3-2.
”Sudah dua tahun sejak terakhir kali Inter Milan memenangi laga penting seperti ini. Pemain-pemain merasakan tekanan itu. Tapi kami melakukan apa yang harus dilakukan dan meraih kemenangan. Kami mencoba menyakiti Juventus dan menampilkan performa penuh karakter,” ujarnya.
Kemenangan ini membawa Inter Milan sementara menjauhi kejaran AC Milan, yang berada di peringkat kedua. Inter kini memiliki 61 poin dari 25 pertandingan, sedangkan Juventus tertahan di posisi keempat dengan 46 poin.
Chivu mengakui bahwa timnya tidak tampil sepenuhnya sesuai rencana. Faktor stamina dan ketenangan menjadi kendala utama dalam mengeksekusi strategi yang telah disiapkan.
”Saya berharap kemenangan hari ini menjadi titik balik. Tim tidak memiliki stamina dan ketenangan untuk mengeksekusi semua yang sudah kami persiapkan, tapi saya tetap menerima kemenangan ini. Terasa sekali tekanan karena sudah lama kami tidak mengalahkan tim besar. Kami seharusnya bisa mengelola pertandingan dengan lebih baik, tetapi karakter tim akhirnya muncul: kami ingin menang dan berhasil melakukannya lewat gol Zielinski,” katanya.
Perjalanan Pertandingan
Pada pertandingan tersebut, Inter unggul terlebih dahulu melalui gol bunuh diri Andrea Cambiasso pada menit ke-17. Cambiasso kemudian membayar kesalahannya dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-26. Juve harus menjalani sisa pertandingan dengan 10 pemain setelah Pierre Kalulu mendapat kartu merah pada menit ke-42.
Gol Pio Esposito merestorasi keunggulan Inter pada menit ke-76. Sebelum Manuel Locatelli mencetak gol penyama kedudukan bagi Juventus pada menit ke-83. Inter akhirnya mengunci kemenangan 3-2 berkat gol Piort Zielinski pada menit ke-90.
Tanggapan Chivu terhadap Keputusan Wasit
Selain sorotan pada aspek mental, Chivu juga menanggapi keputusan wasit yang mengusir Pierre Kalulu setelah menerima kartu kuning kedua. Insiden tersebut sebenarnya terjadi akibat sentuhan ringan, tetapi tetap memberi ruang bagi wasit untuk mengambil keputusan.
”Kartu kuning kedua dan kartu merah untuk Kalulu? Bagi saya itu sentuhan ringan, tapi tetap saja ada sentuhan. Saya selalu bilang kepada pemain saya untuk tidak menempatkan wasit dalam situasi harus membuat keputusan. Pemain saya merasa ada sentuhan karena dia lebih dulu sampai di bola, dan pemain dengan pengalaman seperti Kalulu seharusnya tidak menggunakan tangan jika sudah mengantongi satu kartu kuning,” ucap Chivu.
Harapan untuk Masa Depan
Lebih jauh, Chivu berharap kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan bagi Inter dalam perburuan target musim ini. Dengan 13 laga tersisa, dia menegaskan perjalanan masih panjang dan timnya harus terus berkembang.
”Masih ada 13 pertandingan lagi; musim ini masih panjang. Saya selalu berbicara tentang perkembangan mental dan cara bermain kami. Hari ini kami terus berusaha, dan saya memutuskan memasukkan satu penyerang tambahan untuk mencoba memenangkannya. Lalu Zielu (Zielinski) menunjukkan kualitasnya, dan keputusan itu membuahkan hasil,” ujar Chivu.